Jumat, 30 Desember 2016
Kamis, 15 Desember 2016
Apa Balasan Kita Ke Orangtua,Coba Renungkan !
Saat kita berusia 1 tahun, orangtua memandikan dan merawat kita. Sebagai balasannya, kita malah menangis di tengah malam.
Saat kita berusia 2 tahun, orangtua mengajari kita berjalan. Sebagai balasan, kita malah kabur ketika orangtua memanggil kita.
Saat kita berusia 3 tahun, orangtua memasakkan makanan kesukaan kita. Sebagai balasan, kita malah menumpahkannya.
Saat kita berusia 4 tahun, orangtua member kita pensil berwarna.
Sebagai balasan, kita malah mencoret-coret dinding dengan pensil
tersebut.
Saat kita berusia 5 tahun, orangtua membelikan kita baju yang
bagus-bagus. Sebagai balasan, kita malah mengotorinya dengan
bermain-main di lumpur.
Saat kita berusia 10 tahun, orangtua membayar mahal-mahal uang
sekolah dan uang les kita. Sebagai balasan, kita malah malas-malasan
bahkan bolos.
Saat kita berusia 11 tahun, orangtua mengantarkan kita ke mna-mana.
Sebagai balasan, kita malah tidak mengucapkan salam ketika keluar rumah
Saat kita berusia 12 tahun, orangtua mengizinkan kita menonton di
bioskop dan acara lain di luar rumah bersama teman-teman kita. Sebagai
balasn, kita malah meminta orangtua duduk di barisan lain, terpisah dari
kita dan teman-teman kita.
Saat kita berusia 13 tahun, orangtua membayar biaya kemah, biaya
pramuka, dan biaya liburan kita. Sebagai balasan, kita malah tidak
memberinya kabar ketika kita berada di luar rumah
Saat kita berusia 14 tahun, orangtua pulang kerja dan ingin memeluk
kita. Sebagai balasan, kita malah menolak dan mengeluh, “Papa, Mama, aku
sudah besar!”
Saat kita berusia 17 tahun, orangtua sedang menunggu telepon yang
penting, sementara kita malah asyik menelepon teman-teman kita yang sama
sekali tidak penting.
Saat kita berusia 18 tahun, orangtua menangis terharu ketika kita
lulus SMA. Sebagai balasan, kita malah berpesta semalaman dan baru
pulang keesokan harinya.
Saat kita berusia 19 tahun, orangtua membayar biaya kuliah kita dan
mengantar kita ke kampus pada hari pertama. Sebagai balasan, kita malah
meminta mereka berhenti jauh-jauh dari gerbang kampus dan menghardik,
“Papa, Mama, aku malu! Aku ‘kan sudah gede!”
Saat kita berusia 22 tahun, orangtua memeluk kita dengan haru ketika
kita diwisuda. Sebagai balasan, kita malah bertanya kepadanya, “Papa,
Mama, mana hadiahnya? Katanya mau membelikan aku ini dan itu?”
Saat kita berusia 23 tahun, orangtua membelikan kita sebuah barang
yang kita idam-idamkan. Sebagai balasan, kita malah mencela, “Duh! Kalau
mau beli apa-apa untuk aku, bilang-bilang dong! Aku ‘kan nggak suka
model seperti ini!”
Saat kita berusia 29 tahun, orangtua membantu membiayai pernikahan
kita. Sebagai balasan, kita malah pindah ke luar kota, meninggalkan
mereka, dan menghubungi mereka hanya dua kali setahun.
Saat kita berusia 30 tahun, orangtua memberi tahu kita bagaimana cara
merawat bayi. Sebagai balasan, kita malah berkata, “ Papa, Mama, zaman
sekarang sudah beda. Nggak perlu lagi cara-cara seperti dulu.
Saat kita berusia 40 tahun, orangtua sakit-sakitan dan membutuhkan
perawatan. Sebagai balasan, kita malah beralalasan, “Papa, Mama, aku
sudah berkeluarga. Aku punya tanggung jawab terhadap keluargaku.
Dan entah kata-kata apalagi yang pernah kita ucapkan kepada orang tua
kita..ternyata semua sama persis apa yang pernah kita lakukan ke pada
kedua orang tua kita…














